Travelling

Friday, December 6, 2019



Motosapi, Investasi saat ini masih menjadi momok bagi sebagian orang dimana mereka banyak yang kena tipu yaitu investasi bodong yang menjajikan keuntungan besar. Banyak contoh investasi berupa uang seperti Investasi berkedok Koperasi yang sempat viral di media dan televisi. Di era Milenial banyak sekali tawaran dari penyedia layanan Tradding investasi berbasis Online yang sudah terdaftar oleh OJK bahkan yang belum juga banyak misal Binomo, Olimtrade, Bitcoin dan masih banyak lagi. Itu semua adalah kemudahan yang ditawarkan saat ini silakan anda yang menentukan pilihan, namun kali ini penulis mencoba melihat sudut pandang dari segi keamanan dan manfaat investasi. Bukan investasi emas melainkan sebuah investasi yang sangat aman dan sangat bermanfat bagi kita sebagai masyarakat yang takut jika akan berinvestasi yaitu dengan Investasi Hewan Ternak lebih sepesifik lagi Investasi Sapi.

Penulis awali dari sebuah kisah salah seorang warga di salah satu Desa di Pesisir Sumatra tepatnya di Desa Marang Kecamtan Pesisir Selatan Kabupaten Pesisir Barat bernama Jemingun atau biasa dipanggil Pakde Mingun. Era Presiden Soeharto memiliki kebijakan popular yaitu Transmigrasi Pakde Mingan termasuk salah satu yang mengikuti program pemerintah tersebut, Pindah Tahun 1983 dari Kalianda Lampung Selatan, Program pemerintah saat itu salah satunya adalah memberi bantuan Satu ekor Indukan Sapi Madura Betina Per Kelompok masing-masih 1 ekor Sapi dengan ketentuan mengembalikan 2 ekor sapi umur 8 Bulan. Saat itu program yang dicanangkan oleh pemerintah sempat tidak berjalan lancar karena banyaknya Sapi yang mati disebakan oleh penyakit.

Di Awal Tahun 90an, barulah mulai membuahkan hasil dimana indukan awal sudah menghasilkan rata 1 ekor anak sapi selama setiap tahun, bahkan ada mencapai 15 ekor anak sapi dalam satu indukan selama kurun waktu 10 Tahun sampai saat ini Tahun 2019. Berdasarkan hasil survey Badan Pusat Setatistik dalam Bukunya “Pesisir Barat dalam Angka Tahun 2018” Jumlah Produksi daging Sapi tahun 2017 sebanyak 191.363 Kg dari 11 Kecamatan, Tertinggi adalah Kecamatan Pesisir Selatan sebanyak 51.975 Kg.

Selama itu Bapak Mingun tidak terasa mampu membesarkan 4 orang anak, selain dari hasil  menjadi petani sawah dan buruh sawit, setiap kali ada kebutuhan mendesak maka pilihan yang diambil adalah menjual sapi ke Belantik (Pembeli) Sapi. Jerih payah Bapak Mingun sampai memiliki empat orang anak dengan yakni satu laki-laki dan tiga perempuan, dari pertama lahir sampai anak ke empat  yang bungsu lahir pak Mingun mampu membeli Tanah, Sawah dan Membangun Rumah itu adalah hasil dari beternak Sapi, Saat menikahkan sibungsu yang bernama Yanti Pakde Mingun cukup menjual satu ekor sapi betina umur 2 tahun dengan harga 6 Juta pada Tahun 2015.

Tidak hanya itu saja, ternyata sapi juga menjadi investasi yang menjajikan untuk peternak Sapi di seluruh Indonesia. Anak Sapi Jantan Umur 1 Tahun sudah dihargai sekitar 10 Juta oleh belantik sapi sebagai bahan Sapi Penggemukan, menjadi sebuah kebagaiaan jika anak sapi yang lahir adalah Sapi Jantan karena memiliki nilai ekonomis tinggi. Untuk Jenis Sapi itu sendiri saat ini paling banyak di jadikan hewan ternak adalah Sapi PO. Namun untuk Sapi sebagai alat transportasi atau yang biasa disebut sapi penarik gerobak adalah Persilangan dari Sapi Brahman dengan Sapi PO.

Saat ini sudah banyak warga yang mulai melirik jenis investasi ini dengan beberapa model system yang dipakai biasanya adalah system bagi hasil 1 : 1 dengan ketentuan Jika yang di investasikan Indukan Betina anak pertama yang memberi investasi sedangkan jika Sapi Betina Muda anak pertama untuk yang memelihara. Biasanya sekitar usia 8 bulan sudah bias diambil oleh yang memberikan Investasi Sapi jika lahir anak sapi Jantan, tetapi jika yang lahir adalah sapi betina maka bias dilanjutkan menjadi investasi lagi kepada yang mau memeliharanya. Untuk masa investasi itu sendiri bervariasi tergantung si pemilik sapi dan semampuny pemelihara sapi itu sendiri, menjadi keuntungan bagi pemelihara karena dapat menerima investasi lebih dari satu begitu juga sebaliknya.

Sampai saat ini Pakde Mingun masih memiliki tabungan sapi sebanyak empat ekor, Dua Indukan dan dua anakan, semua sapi sapi disini adalah sapi organic yang masih mengandalkan rumput alami. Dimana setiap pagi menjadi rutinitas warga yang memelihara sapi adalah membawa keladang atau kebun kelapa untuk di ikat sampai siang untuk di pindah dan sore hari baru diambil kembali.
Kisah ini penulis angkat sebagai bahan inspirasi dan edukasi bagi anda yang masih bingung untuk beri investasi, mungkin ini bisa menjadi salah satu pilihan.

0 komentar

Tinggalkan Komentar Anda