Travelling

Sunday, December 29, 2019


Memiliki hewan peliharaan bukan hanya sekedar menyalurkan hobi namun bisa menjadi sebuah peluanh usaha, terkadang kita tidak sadar telah menghabiskan banyak waktu terbuang percuma dengan sibuk bersama gadget bahkan bermain. Tahukah sobat bahwa dahulu orang tua kita adalah seorang pejuang dalam nencari nafkah demi mendapat sesuap nasi untuk istri dan anak-anaknya dengan menjadi petani dan peternak. Dua pekerjaan ini tidak terpisahkan seperti nasi dan sayur dalam meja makan tak lengkap jika ada sayur tetapi tidak ada nasi begitu juga sebaliknya jika tidak ada nasi pasti kita akan kelaparan, begitulah kira-kira analogi yang bisa kita petik dari pekerjaan orang tua kita dahulu.

Zaman era milenial saat ini orang tua kita mungkin adalah generasi era milenium kebawah yang sudah masuk era zaman modern, sedangkan kita saat ini adalah anak zaman now. Anak yang harus mengenal teknologi digital karena jika tidak sobat akan ketinggalan informasi, seperti saat ini dulu orang tua kita membaca artikel masih dengan media cetak namun saat ini kita cukup dengan media elektronik atau media digital. Duh kok jadi jauh gini pembahasan nya ya.
Kembali ke topik kita tentang memelihara hewan ternak di era digital ya sobat, mungkin kebanyakan orang saat ini banyak yang sudah memiliki pekerjaan tetap, seperti PNS, TNI, POLRI, Karyawan, Profesional itu semua adalah pekerjaan yang mengedepankan skill fisik yanh didukung dengan teknologi digital. Dimana ketika sobat selesai bekerja kemudian pulang kerumah kebanyakan yang dilakukan adalah beristirahat, meski hanya berbaring, menonton tv, berselancar di media sosial atau tidur sebentar.

Itu semua adalah hal yang wajar pada masanya, seperti yang sudah saya ulas diatas ada perbedaan zaman orang tua, kakek nenek dam sobat sendiri. Nah.. ini adalah kelemahan kita jika sudah memiliki pekerjaan tetap hanya fokus pada job itu saja, disini penulis coba berikan solusi menarik tentunya jika sobat setuju dengan solusi ekonomis yang coba penulis paparkan.

Berikut adalah Tips cerdas mengelola waktu dan keuangan Era Millenial, pertama-tama kita harus memanfaatkan waktu luang sobat untuk mencoba hal baru dengan menyalurkan hobi sobat akan kecintaan terhadap binatang ternak atau tumbuh-tumbuhan. Kedua, pilih salah satu atau kedua nya jika waktu sobat memungkinkan untuk di handle sendiri. Ketiga, pilih jenis hewan peliharaan seperti, kucing anggora, kelinci anggora, kambing, kerbau dan Sapi jika anda memilih hewan peliharaan namun jika anda memilih tumbuhan saran saya pilih tumbuhan jenis sayuran karena mudah dirawat dan cepat di panen, seperti cabe, tomat, daun bawang, seledri, singkong dan tanaman jamu.

Setelah anda memutuskan rencana anda maka langkah selanjutnya adalah action, disinilah ujian sobat sesungguhnya untuk mencapai tujuan hidup sobat untuk merubah kebiasaan kita sehari-hari. Perlu sobat ketahui dalam mengelola side job memerlukan keuletan dan ketekunan jangan sampai sobat berhenti ditengah jalan motivasi sangat dibutuhkan, oleh sebab itu anda juga perlu sering berkumpul dan bergabung dengan komunitas peternak untuk selalu terhubung melalu medsos atau website.

Dalam ilmu ekonomi kita serinh mendengar istilah dengan modal sekecil-kecilnya untuk memperoleh keuntungan sebesar-besarnya, ini hanya bisa terwujud dengan action dan motivasi sobat sendiri. Jika anda jatuh pada pilihanuntuk budidaya hewan ternak anda bisa mengambil semua hewan ternak yang bisa sobat handle sendiri namun jika tidak anda bisa menyalurkankanya dengan orang yang sudah ahli seperti budidaya hewan ternak kambing, kerbau atau sapi untuk penggemukan. Sobat juga bisa bekerjasama dengan petani lokal yang sudah pengalaman memelihara kambing, kerbau dan sapi dengan sistem bagi hasil. Dengan ketentuan 1:1 jika kita percaya dengan petani yang sudah berpengalaman, hasilnya rata-rata tidak mengecewakan, sobat bisa tetap bekerja seperti biasa tanpa harus memikirkan memberi makan hewan peliharaan sobat dirumah. Sobat cukup menjadi supervisor sekaigus owner hewan ternak sobat dengan sekali seminggu atau sebulan melihat progres budidaya hewan ternak sobat sendiri.

Pola bagi hasil itu sendiri sudah sejak lama digunakan oleh kakek nenek kita yang insyaallah tidak ada dirugikan baik dari sisi agama maupun secara teori ekonomi. Biasanya dalam bagii hasil ini ada dua pilihan, jika sobat selaku (owner) memberikan indukan kepada peternak maka keturunan pertama dari indukan tersebut akan menjadi milik sobat dan untuk keturan kedua akan menjadi milik peternak. Sementara itu jika sobat memberikan hewan ternak tersebut adalah bakal indukan maka keturunan pertama yang lahir akan menjadi hak milk sang peternak dan keturunan kedua baru menjadi hak milik sobat selaku pemilik (owner). Jadi misalkan anda memiliki 10 indukan sapi maka pada tahun berikutnya sudah bisa dipastikan sobat sudah memiliki 10 ekor anakan sapi, dan tahun berikutnya giliran peternak sapi anda yang mendapat bagi hasilnya begitu seterusnya.

Bagaimana menurut sobat, apakah sobat akan menjadikan waktu luang sobat untuk mendapatkan income tambahan atau hanya fokus pada satu job pekerjaan rutinitas harian, jika anda berminat maka mulai saat ini anda sudah didepan pintu perubahan.

0 komentar

Tinggalkan Komentar Anda